Archive for June, 2009

Gerakan Sholat Bermanfaat Untuk Kesehatan Tubuh

Thursday, June 18th, 2009

Sholat ternyata tidak hanya menjadi amalan utama di akhirat nanti, tapi juga gerakan-gerakan salat adalah yang paling proporsional bagi anatomi tubuh manusia. Bahkan dari sudut medis, sholat adalah gudang obat dari berbagai jenis penyakit.

Allah, Sang Maha Pencipta, tahu persis apa yang sangat dibutuhkan oleh ciptaannya, khususnya manusia. Semua perintahNya tidak hanya bernilai ketakwaan, tapi juga mempunyai manfaat besar bagi tubuh manusia itu sendiri. Misalnya, puasa, perintah Allah di rukun Islam ketiga ini sangat diakui manfaatnya oleh para medis dan ilmuwan dunia barat. Mereka pun serta merta ikut berpuasa untuk kesehatan diri dan pasien mereka.

Begitu pula dengan sholat, merupakan ibadah yang paling tepat untuk metabolisme dan tekstur tubuh manusia. Gerakan-gerakan di dalam salat pun mempunyai manfaat masing-masing. Misalnya:
Takbiratul Ihram:, berdiri tegak, mengangkat kedua tangan sejajar telinga, lalu melipatnya di depan perut atau dada bagian bawah. Manfaat: Gerakan ini melancarkan aliran darah, getah bening (limfe) dan kekuatan otot lengan. Posisi jantung di bawah otak memungkinkan darah mengalir lancar ke seluruh tubuh. Saat mengangkat kedua tangan, otot bahu meregang sehingga aliran darah kaya oksigen menjadi lancar. Kemudian kedua tangan didekapkan di depan perut atau dada bagian bawah. Sikap ini menghindarkan dari berbagai gangguan persendian, khususnya pada tubuh bagian atas.

Ruku’:, Rukuk yang sempurna ditandai tulang belakang yang lurus sehingga bila diletakkan segelas air di atas punggung tersebut tak akan tumpah. Posisi kepala lurus dengan tulang belakang. Manfaat, Postur ini menjaga kesempurnaan posisi dan fungsi tulang belakang (corpus vertebrae) sebagai penyangga tubuh dan pusat syaraf. Posisi jantung sejajar dengan otak, maka aliran darah maksimal pada tubuh bagian tengah. Tangan yang bertumpu di lutut berfungsi relaksasi bagi otot-otot bahu hingga ke bawah. Selain itu, rukuk adalah latihan kemih untuk mencegah gangguan prostat.

(more…)

Psikologi Musik

Thursday, June 18th, 2009

Musik telah menjadi bagian hidup bahkan bagi sebagian orang musik menjadi spirit untuk melakukan aktivitas. Musik dapat mengubah orang sedih menjadi senang dan frustasi menjadi semangat.

Kenyataanya memang demikian, menurut sebuah penelitian yang dilakukan Valerie N. Stratton, PhD dan Annette H. Zalanowski dari Universitas Penn State terhadap para siswa sekolah psikologi dan musik ditemukan apapun jenis musik yang didengarkan, musik terbukti dapat membuat mood lebih baik.

Para siswa diharuskan mendengarkan musik selama dua minggu dimana melaporkan mood mereka sebelum dan sesudah episode musik tersebut. Hasil penelitian ini dimuat dalam terbitan Psychology and Education: An Interdisciplinary Journal.

Menurut Stratton para siswa dilaporkan lebih memiliki emosi positif setelah mendengarkan musik dan emosi positif mereka meningkat dengan mendengarkan musik. Tidak masalah dengan jenis musik baik rock/pop, rock lembut, oldies, klasik atau musik masa kini juga tidak masalah apakah musik dimainkan selama aktivitas seperti mengendarai mobil atau berdandan.

(more…)

Dosen dan Mahasiswa Tentang Pentingnya Profesi Psikologi

Monday, June 8th, 2009

Berikut adalah Pendapat ahli dari pengajar  Magister Psikologi UMS.

Drs. Sholeh Aminy, MSi:

Alhamdulillah, dengan adanya web ini sangat tertolong dalam menterjemahkan keinginan-keinginaan tentang psikolkogi yang ingin saya ketahui. Semoga Web ini berkembang lebih bagus dan lebih komprehensif. Semoga menjadi amal baik pengelola. amin.

Lisnawati Ruhaena S.Psi., M. Si. Psikolog:

Dunia praktis saat ini sangat membutuhkan sekali kompetensi selain keilmuan dalam disiplin ilmu Psikologi. Sarjana psikologi dihadapkan pada kebutuhan pengembangan diri untuk dapat mengatasi masalah dan mengembangkan instansi tempatnya bekerja. Proses pengembangan diri ini dapat diperoleh dengan pendidikan  dan supervisi dari lembaga pendidikan profesi setingkat megister. Pendidikan ini membantu sarjana psikologi untuk meningkatkan kompetensi/skill keprofesian yang membuka jalan untuk menjadi psikolog yang siap menghadapi tantangan dunia kerja sekarang dan akan datang.

(more…)

Mengapa Perlu Pendidikan Lanjut Profesi

Sunday, June 7th, 2009

Pemerintah sedang gencar-gencarnya meningkatkan pendidikan vokasi yang menekankan pada ketrampilan praktis tetapi terlatih dan terstandarisasi serta laku jual. Lebih jauh lagi adalah siap kerja dan siap diupah memadai sebagai tenaga trampil. Tidak heran sekarang ini proporsi pendidikan SMA dan SMK sudah mendekati seimbang yaitu 47%:53%.

Pendidikan vokasi sudah menjadi agenda pemerintah, bukan karena jeleknya pendidikan SMA, tetapi karena lapangan kerja ril (sektor ril), para user lulusan pendidikan meminta mereka yang siap kerja. Jadi di level yang lebih tinggi kebutuhan akan lulusan diploma politeknik akan jauh dibutuhkan oleh dunia kerja.

Nah bagaimana dengan dunia profesi Psikologi?

Idealnya, seorang sarjana yang sudah kuliah 144 sks, dengan masa pendidikan minimal 4 tahun dengan penetapan raihan kompetensi diharapkan sudah dapat langsung bekerja dalam ranah “perilaku manusia: dimana ada manusia disana pulalah sarjana psikologi mendapatkan lahan kiprahnya”. Namun fakta membuktikan bahwa:

(more…)

Beasiswa dan Subsidi untuk Pendidikan Magister Profesi Psikologi

Thursday, June 4th, 2009

Pendidikan Profesi apapun bidangnya selalu terbilang mahal, termasuk profesi psikolog. Oleh karena itu sedikit lulusan S1 yang mampu melanjutkan pendidikan profesi karena kekuarangan biaya. Umumnya biaya program persemester profesi mencapai 3 kali saat S1. Oleh karena itu Program Profesi Magister UMS berencana untuk memberikan beasiswa dan subsidi biaya hingga 25%/semester dengan kuota yang fantastis, yaitu mencapai 60% dari total jumlah mahasiswa. Namun skim subsidi ini sedang digodok karena belum selesainya MoU dengan beberapa penyandang dana, lembaga Alumni, Pengusaha Sukses, Wali Amanat, dan juga Paguyuban Dosen. Mudah-mudahan kabar gemira ini dapat direalisasikan oleh Universitas yang sejak berdirinya berkomitmen untuk menyelenggarakan pendidikan berkualitas tetapi terjangkau oleh masyarakat dhuafa. Bagi anda yang sudah lulus S1 (press graduate), ber-IPK Tinggi, dan memenuhi beberapa persyaratan untuk melanjutkan pendidikan jenjang pascasarjana, bila berminat dapat mengakses informasi tersebut melalui HP. 0271-5844012

Mengenal Autis

Thursday, June 4th, 2009

Dra. KristiPraktisi Terapi Autis

Mengenal anak dengan
Autistic Spectrum Disorder

  • Autisme merupakan fenomena yang masih menyimpan banyak rahasia walaupun sudah diteliti sejak 60 tahun yang lalu.
  • Belum dapat ditemukan penyebab yang pasti sehingga belum dapat dikembangkan cara pencegahan maupun penanganan yang tepat.
  • Autisme bukanlah fenomena yang sederhana fakta menunjukkan masalah autisme merupakan masalah yang kompleks dan beragam sehingga individu autisme perlu didekati dengan pendekatan humanistik yang memandang mereka sebagai individu yang utuh dan unik.
  • Jumlah penyandang autisme dari hari ke hari makin bertambah,juga terjadi di Indonesia dan telah menjadi perhatian luas dari masyarakat maupun profesional.

AUTISME SEBGAI GEJALA PSKOLOGIS

  • Pandangan Psikoanalitik : Bahwa Autisme disebabkan karena pengasuhan ibu yang tidak hangat,sehingga anak autistik cenderung menarik diri dan sibuk dengan dirinya sendiri (Happe,1994;Butten,2004;Stacey 2003). Tokoh lain yang meneliti adalah Margareth Mahler. Menurutnya anak-anak Autistik mengalami kerusakan yang parah pada egonya karena sejak lahirtidak mampu dan tidak menjadikan ibu atau orang lain sebagai partner dalam melakukan eksplorasi terhadap dunia luar dan dunia dalamnya. Mereka juga mengalami regresi kearah tahap kehidupan yang paling primitif serta menutup diri dari kehidupan yang menuntut respon-respon emosonal dan sosial.

(more…)