Semua orang punya moto, atau semboyan. Moto tidak sekedar kata-katanya bagus,bak mutiara. Moto memberikan “perintah” bathiniah untuk melakukan sesuatu sesuai dengan makna yang ingin disiratkan dan dusuratkan.
Salah satu moto yang menarik kajian kita adalah moto yang dimiliki oleh Profesi Psikologi Universitas Muhamadiyah Surakarta (UMS). “Professionality is power, but character is more”. Mengandung perintah bahwa profesionalitas memang merupakan kekuatan, tetapi dalam dunia profesi ternyata nilai, moral, kode etik, dan sikap hidup menjadi lebih penting. Benarkah faktanya demikian? Ya, seseorang yang memiliki knowledge, skil sebagai syarat profesional adalah hasil belajar “terpogram” oleh sebuah lembaga pendidikan profesi, namun character ternyata merupakan hasil proses belajar “seumur hidup”, yang setiap orang harus belajar pada kehidupan.
(more…)